Home / Daerah / Debat Publik Pertama Pilkada Muratara 2020, Paslon Adu Program dan Visi Misi

Debat Publik Pertama Pilkada Muratara 2020, Paslon Adu Program dan Visi Misi

WARTASERUNDINGAN.COM – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) tahun 2020 diikuti tiga pasangan calon (paslon).

Tiga paslon itu yakni Devi Suhartoni dan Inayatullah (Nomor 1), Akisropi Ayub dan Baikuni Anwar (Nomor 2), Syarif Hidayat dan Surian Sofyan (Nomor 3).

Tiga paslon tersebut bersaing ketat merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati Muratara periode 2021-2025.

Hari ini, Senin (26/10/2020), ketiga paslon itu mengikuti debat publik pertama untuk meyakinkan masyarakat agar dipilih pada 9 Desember nanti.

Debat publik ini bertempat di studio TVRI Sumatera Selatan di Kota Palembang, dimulai pukul 16.00-18.00 WIB.

Pesta demokrasi Pilkada Muratara tahun 2020 ini bisa dibilang merupakan laga rivalitas dan petahana yang “bercerai”.

Calon bupati nomor urut 3 Syarif Hidayat dan calon bupati nomor urut 1 Devi Suhartoni dahulunya berpasangan di Pilkada Muratara 2015.

Kini Syarif Hidayat dan Devi Suhartoni “bercerai” dan memilih jalan masing-masing untuk bersaing merebut kursi Bupati Muratara di Pilkada 2020.

Sedangkan calon bupati nomor urut 2 Akisropi Ayub merupakan rivalitas pasangan Syarif-Devi di Pilkada Muratara 2015.

Akisropi Ayub saat itu berpasangan dengan Andi Wijaya kalah dengan selisih 7.533 suara dari pasangan Syarif-Devi.

Kini di Pilkada Muratara 2020 Akisropi Ayub berpasangan dengan Baikuni Anwar.

Sedangkan Syarif Hidayat berpasangan dengan Surian Sofyan, dan Devi Suhartoni berpasangan dengan Inayatullah.

Calon bupati nomor urut 1 Devi Suhartoni menyampaikan dirinya bersama Inayatullah mengusung visi “Citra Muratara Berhidayah”.

Devi menjelaskan, citra adalah mewujudkan Kabupaten Muratara yang cerdas, inovatif, transparan, responsive dan akuntabel.

“Citra adalah alat atau tool manajemen leadership kami jika kami terpilih nanti.”

“Sedangkan berhidayah adalah alat kontrol dan istiqomahnya kami terhadap tekad dan niat kami menjadi pemimpin Kabupaten Muratara,” kata Devi.

Ia bersama Inayatullah akan meningkatkan kualitas keagamaan dan sumber daya manusia, serta membangun infrastruktur dasar berwawasan lingkungan.

Ia juga akan menggerakkan program pro rakyat seperti peningkatan kualitas pendidikan dan sekolah gratis, peningkatan pelayanan kesehatan dan berobat gratis.

Lanjut Devi, ia akan membuka lahan tidur dan sawah yang terlantar, menggerakkan ekonomi desa melalui perempuan dan pemuda desa dengan program UKM.

Bila terpilih, Devi-Inayatullah juga akan memberikan bantuan hukum gratis dan tunjangan sosial untuk masyarakat duafa dan miskin di desa.

Devi-Inayatullah berjanji akan menjalankan pemerintahan yang profesional, proporsional, dan bebas dari Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN).

Selain itu juga akan menggerakkan pariwisata dan memelihara kebudayaan yang ada di Kabupaten Muratara.

“Visi misi kami ini telah kami selaraskan dengan RPJM Nasional Indonesia Maju dan RPJMD Provinsi Sumsel serta mengacu pada kondisi keuangan negara saat ini karena pandemi Covid-19,” jelas Devi.

Calon wakil bupati nomor urut 2 Baikuni Anwar menyampaikan dirinya bersama Akisropi Ayub akan mewujudkan Kabupaten Muratara sebagai daerah agraris yang maju, sejahtera dan berdaya saing.

“Kami mengusung visi ini setelah mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat, kami akan terus berdampingan dengan masyarakat,” katanya.

Bila terpilih, Akisropi-Baikuni akan mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak, berkualitas dan berkarakter, serta meningkatkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Kemudian meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan serta meningkatkan tata kelola pemerintah menjadi lebih baik.

“Dari visi misi tersebut kami tuangkan suatu langkah aksi berupa program kerja prioritas yang kami susun dari kebutuhan rakyat,” kata Baikuni.

Ia menambahkan, di bidang pendidikan Akisropi-Baikuni akan memberikan seragam sekolah gratis untuk siswa mulai dari topi hingga kaos kaki.

Akisropi-Baikuni juga menawarkan program internet statis untuk masyarakat desa yang belum ada akses internet.

Di bidang kesehatan lanjut Baikuni, akan menyediakan satu ambulan untuk satu desa dan masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya sewa karena gratis.

“Bidang tenaga kerja, kami akan mengundang investor untuk berinvestasi di Muratara agar terbuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Calon bupati nomor urut 3 Syarif Hidayat menyampaikan dirinya bersama Surian Sofyan akan mewujudkan Kabupaten Muratara yang semakin makmur, aman, cerdas dan bermartabat.

Caranya dengan meningkatkan pertumbuhan dan daya saing ekonomi berkualitas dan berkelanjutan berbasis potensi sumber daya alam dan kearifan lokal.

Syarif-Surian akan melakukan percepatan pertumbuhan infrastruktur dasar dan konektivitas yang merata dan berkualitas.

“Kami juga akan meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan lahan terlantar dan hilirisasi komoditi unggulan,” kata Syarif.

Ia menambahkan, bila terpilih kembali nanti akan mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Muratara yang berkualitas, berkarakter dan berakhlak mulia.

Kemudian, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang good governance dan clean governance, serta pelayanan publik yang berkualitas dan berdaya saing.

“Terakhir kami akan mewujudkan Kabupaten Muratara yang bebas dari penyalahgunaan narkoba, dan ini sangat sejalan dengan program nasional dalam pemberantasan narkoba,” ujar Syarif.

Check Also

Wako Apresiasi Pemuda Creative Milenial

LUBUKKINGGAU, Walikota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe didampingi Bunda Literasi Kota Lubuklinggau, Hj. Yetti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.