Home / Daerah / Lahiran di Mobil Hingga Bayi Meninggal Karena Ditolak Puskesmas Bingin Teluk, Kepala Puskesmas Beri Keterangan

Lahiran di Mobil Hingga Bayi Meninggal Karena Ditolak Puskesmas Bingin Teluk, Kepala Puskesmas Beri Keterangan

WARTASERUNDINGAN.COM – Puskesmas Bingin Teluk, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dituding menolak pasien ingin melahirkan.

Hal itu diungkapkan akun facebook najah, dalam postingan itu najah membagikan vidio siaran langsung.

Ia kemudian menulis caption tentang kronologis salah satu keluarganya harus kehilangan bayinya kerena meninggal setelah melahirkan didalam kendaraan.

“Telah melahirkan seorang ibu didalam mobil, tampa ada pelayanan sedikitpun dari puskesmas bingin teluk. Bayi yang dilahirkan meninggal dalam perjalanan dari Bingin teluk menuju rupit,” tulisnya.

Selain tentang kronologis melahirkan didalam mobil, akun najah juga menyampaikan keluhan kepada pihak puskesmas.

Ia mengaku pihaknya telah mendatangi puskesmas, namun ditolak oleh salah satu dokter.

“Kami datang ke puskesmas, ditolak tampa diperiksa tampa surat rujuk. Ibu yang melahirkan tidak mendapat pelayanan infus dan juga tidak didampingi bidan,” tulisnya lagi.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Bingin Teluk Dr Hendra mengakui bahwa pasien atas nama Melda mendatangi puskesmas bingin teluk, Rabu (2/02/2022).

Ia berkata ny melda datang untuk mengecek kandungannya karena mengalami pendarahan sejak pagi dan nyeri di perut.

“Dari keluhan itu, Dr Febi dan beberapa bidan melakukan pemeriksaan terhadap pasien, hasil cek kondisi keadaan umumnya baik,” jelas Dr Hendra.

Setelah diperiksa, keluarga pasien diberi pengarahan agar pasien dibawah ke RSUD Rupit supaya diperiksa langsung oleh dokter spesialis kandungan.

Berselang satu jam dari puskesmas kelurga ny melda memanggil bidan di kelurahan bingin teluk, meminta agar memeriksa ny melda karena kembali mengalami pendarahan.

“Dari keterangan bidan patimah yang berada di kelurahan, setelah memeriksa ia sudah meminta pasien dibawa ke puskesmas agar diberi infus, serta didampingi dari pihak puskesmas ke RSUD Rupit,” tambahnya.

Namun saran itu tidak diindahkan keluarga pasien, dan bahkan keluarga pasien marah kepada bidan patimah.

Sekitar jam 11:00 wib, pihak puskesmas mendapatkan informasi jika ny melda telah melahirkan dijalan sebelum desa mandi angin saat akan menuju rumah sakit rupit.

Setelah di desa mandi angin, ibu dan anak sempat ditolong oleh bidan Risa yang merupakan bidan desa mandi angin.

“Kami dapat kabar bahwa ny melda telah melahirkan di jalan sebelum desa mandi angin, dan sempat dibantu bidan setempat sebelum bayi meninggal saat akan dibawa ke RSUD Rupit,” terang Dr Hendra.

Mendapat kabar itu, Pihak puskesmas mengirim dua bidan untuk memeriksa ibu bayi, dengan memberi infus dan membawa pulang ke Puskesmas agar dirapat lebih intensif (CW1)

Check Also

Pemuda Tuding BK DPRD Muratara “Mandul” Tangani Kasus Dugaan VC Asusila Oknum Dewan

WARTASERUNDINGAN.COM – Tokoh pemuda, Icandra Tanjung menuding Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.