
WARTASERUNDINGAN.COM – Independensi menjadi nilai utama yang tidak bisa ditawar dalam keberlangsungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Hal ini ditegaskan oleh Rocky Kaprawi, salah satu kader HMI, yang menyebut bahwa independensi merupakan pilar utama yang mendefinisikan eksistensi, harga diri, dan martabat organisasi.
“Independensi bukan sekadar prinsip, tetapi sebuah nilai yang harus dijaga dan dipertahankan dengan sepenuh hati. Itu adalah harga diri HMI yang tidak boleh digadaikan oleh kepentingan apa pun, apalagi godaan politik praktis,” kata Rocky.
Dalam upaya mempertahankan nilai ini, Rocky menekankan pentingnya dua aspek, yaitu independensi etis dan independensi organisatoris. Keduanya saling terkait dan menjadi dasar keberlanjutan HMI sebagai organisasi yang berkomitmen pada idealisme dan perjuangan umat.
Independensi Etis: Kepribadian yang Utuh
Independensi etis, menurut Rocky, berkaitan dengan keutuhan pribadi setiap anggota HMI, khususnya mereka yang memegang jabatan strategis.
“Seorang kader HMI tidak hanya dituntut menjadi pemimpin, tetapi juga teladan dalam menjaga integritas. Ketika seorang kader terlibat dalam politik praktis demi kepentingan pribadi atau kelompok, itu adalah pelanggaran terhadap independensi etis dan citra HMI,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kader yang mengorbankan etika demi keuntungan politik praktis akan merusak citra HMI di mata publik. Prinsip etika, lanjutnya, adalah fondasi yang harus dipegang teguh oleh setiap kader untuk menjaga kehormatan organisasi.
Independensi Organisatoris: Menjaga Kemandirian Lembaga
Selain independensi etis, Rocky menegaskan pentingnya independensi organisatoris. HMI, katanya, harus tetap berdiri tegak sebagai organisasi yang tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis.
“Musim Pilkada sering menjadi momen di mana HMI diupayakan untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Ini bertentangan dengan prinsip dasar HMI yang tidak boleh terikat pada kepentingan kekuasaan praktis,” tegasnya.
Rocky memperingatkan bahwa jika HMI sampai terjerumus dalam politik praktis, maka organisasi ini akan kehilangan harga diri dan identitasnya sebagai lembaga yang independen dan objektif.
Harga Diri HMI adalah Kehormatan yang Harus Dijaga
Rocky juga mengingatkan bahwa tanpa independensi, HMI akan kehilangan harga dirinya sebagai organisasi mahasiswa Islam yang berdedikasi pada perjuangan umat.
“HMI harus tetap menjaga jarak dari dinamika politik praktis yang hanya akan merugikan masa depan dan martabat organisasi. Independensi adalah syarat mutlak agar HMI tetap menjadi kekuatan moral yang dihormati dan dihargai,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Rocky menyerukan kepada seluruh kader HMI untuk terus menjaga nilai-nilai independensi. Dengan demikian, HMI dapat terus melahirkan pemimpin bangsa yang berintegritas dan membawa perubahan positif bagi umat dan bangsa. (Jadidi)
Warta Serundingan Portal berita terdepan dan terpercaya