Home / Daerah / Pemborong Ini Tuding Kabag Prokopim Setda Muratara Atur Pemenang Proyek

Pemborong Ini Tuding Kabag Prokopim Setda Muratara Atur Pemenang Proyek

WARTASERUNDINGAN. COM – Keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara) dalam ‘bermain’ proyek seolah sudah menjadi rahasia umum.

Salah satu oknum PNS yang dituding bermain proyek ialah Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Muratara.

Kabag Prokopim Pemkab Muratara inisial HL dituding menjadi pengatur pemenang proyek dalam tender yang diadakan Pemkab Muratara.

Tudingan itu disampaikan oleh pemborong bernama Anang Sarbini, warga Desa Noman Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

“HL yang mengatur pemenang proyek,” kata Anang Sarbini didampingi rekan-rekannya kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Anang mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya mengikuti tender untuk memperebutkan salah satu proyek peningkatan jalan.

Proyek APBD Kabupaten Muratara tahun 2020 itu senilai Rp 996 juta, berupa peningkatan jalan di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit.

Dari tender itu ada dua kontraktor yang bersaing ketat merebut proyek, yakni pemborong Anang Sarbini dan pemborong bernama Agung.

Kedua bela pihak antara Anang dan Agung akhirnya bernegosiasi di kantor Bagian ULP yang dihadiri Firdaus selaku Ketua Bagian ULP.

“Pak Firdaus waktu itu sempat menghubungi HL untuk menengahi permasalahan ini,” kata Anang.

Setelah negosiasi, akhirnya disepakati dari kedua pemborong tersebut ada yang mundur dengan catatan segala biaya ganti rugi ditanggung oleh pemborong pemenang yaitu Agung.

“Dalam komunikasi lewat telepon, HL minta kami mundur dari kegiatan itu. Kami dijanjikan ada pengembalian kerugian sebesar Rp 25 juta,” kata Anang.

Namun mereka menolak dan meminta nominal pengembalian kerugian itu ditambah menjadi Rp 50 juta.

“Kami tolak tawaran Rp 25 juta yang disebut HL itu, kami meminta 50 juta, tidak bisa kurang dari itu,” kata Anang.

Lebih lanjut kata Anang, HL meminta Kepala ULP yang mengurus semuanya dengan cara mencari solusi agar persoalan tersebut selesai.

“Kami diarahkan bertemu dengan Pak Firdaus, akhirnya permintaan kami disetujui dan sepakat bahwa pihak pemenang mengembalikan uang ganti rugi sebesar Rp 50 juta,” kata Anang.

Kesepakatan antara kedua belah pihak tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai.

Namun pemborong bernama Agung atau pemilik CV Raja Agung hanya membayar uang sebesar Rp 5 juta, sehingga masih tersisa Rp 45 juta.

“Nah sekarang dia tidak mau lagi melunasi sisanya itu, malah dia menyerahkan urusannya ke kakaknya, kebetulan kakaknya itu polisi,” kata Anang.

“Kesepakatan awal dia harus membayar 50 juta, tapi baru dibayar 5 juta, terus tidak mau bayar lagi, terus kakaknya yang polisi itu juga ikut-ikutan dalam proyek ini,” tambah Anang.

Sampai berita ini ditayangkan, Kabag Prokopim Pemkab Muratara inisial HL belum bersedia dimintai konfirmasi. (tim)

Check Also

Wako Apresiasi Pemuda Creative Milenial

LUBUKKINGGAU, Walikota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe didampingi Bunda Literasi Kota Lubuklinggau, Hj. Yetti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.